Pasirpangaraian, Rohul – Kamis, 9 Januari 2026 Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali individualistik, Panti Asuhan Al-Uswah dan Rumah Mengaji di Pasirpangaraian menjadi saksi nyata keindahan ukhuwah islamiyah. Kamis
(9/1/2026), puluhan anak yatim dan santri mengenakan busana muslim serba putih, duduk berdampingan dengan pengasuh, tokoh masyarakat, dan para donatur dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Acara silaturahmi dan doa bersama ini bukan sekadar pertemuan biasa—namun sebuah ungkapan cinta, harapan, dan rasa syukur dari dan untuk mereka yang tumbuh dalam naungan kasih sayang meski tanpa orang tua kandung. Dengan khidmat, mereka mengikuti tausiyah singkat, melantunkan doa bersama, dan menutup acara dengan sesi foto penuh tawa—momennya sederhana, tapi sarat makna.
Ratna Juwita, pengurus Panti Asuhan Al-Uswah, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk mempererat hubungan antara panti, masyarakat, dan para donatur. “Ini juga cara kami menanamkan nilai kepedulian sosial, sekaligus membuka pintu amal bagi siapa saja yang ingin berkontribusi,” ujarnya penuh harap.
Lebih dari itu, Ratna juga menyampaikan permohonan dukungan kepada pemerintah daerah agar operasional panti—yang selama ini mengandalkan bantuan sukarela—bisa lebih stabil demi menjamin pendidikan dan kesejahteraan anak-anak asuh di masa depan.
Antusiasme terpancar jelas dari wajah-wajah polos para santri. Di balik senyum mereka, tersimpan mimpi-mimpi besar yang menunggu untuk direalisasikan—dengan sedikit bantuan, perhatian, dan doa dari kita semua.
Kegiatan ini bukan hanya tentang berkumpul, tapi tentang membangun jaringan kasih yang tak terputus: satu doa, satu langkah kecil, bisa jadi cahaya besar bagi masa depan mereka.
“Siapa yang memudahkan urusan anak yatim, Allah akan memudahkan jalannya menuju surga.” Hadis Riwayat Bukhari
Mari jaga semangat kebersamaan ini. Karena di balik setiap anak yang tersenyum, ada harapan bangsa yang sedang tumbuh.

















