Jakarta – Dwi Saseyaningtyas menyampaikan pernyataan dan permohonan maaf secara terbuka melalui media sosial setelah unggahan sebelumnya menuai perhatian publik. Klarifikasi tersebut diunggah dalam bentuk foto bertuliskan “Pernyataan & Permohonan Maaf” dan telah mendapat respons luas dari warganet.
Dalam pernyataannya, Dwi menyinggung unggahan terdahulu yang memuat kalimat, “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan”. Ia mengakui bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan rasa tersinggung dan ketidaknyamanan bagi sebagian masyarakat.
“Saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” tulisnya.
Ia menjelaskan bahwa pernyataan itu lahir dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi terhadap berbagai kondisi yang ia rasakan sebagai Warga Negara Indonesia. Namun demikian, ia menyadari bahwa cara penyampaiannya tidak tepat.
“Saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama,” lanjutnya.
Unggahan klarifikasi tersebut dalam waktu singkat menuai ribuan tanda suka dan komentar dari pengguna media sosial. Sebagian warganet menerima permohonan maaf tersebut, sementara lainnya tetap memberikan kritik atas pernyataan awal yang dianggap sensitif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan tambahan terkait latar belakang spesifik dari unggahan sebelumnya. Namun, pernyataan terbuka ini menjadi upaya yang bersangkutan untuk meredam polemik dan meluruskan maksud ucapannya.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pendapat di ruang publik, terutama terkait isu identitas dan kebangsaan yang sensitif di tengah masyarakat.












