
ROKAN HULU.Tokoh pemuda Desa Lubuk Soting, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), yakni Paisal Siregar, S.H., Sukrial Halomoan Nasution, S.H., dan Sulaiman Lubis, menyambangi Kantor Manajemen PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Regional IV, eks Kantor Kebun PT Torus Ganda, Kamis (2/4/2026).
Kedatangan mereka disambut hangat oleh Asisten Manager PT APN Kebun Tambusai Timur, Mayor Infanteri Wiyono, didampingi sejumlah petugas keamanan setempat.

Berdasarkan pantauan awak media, pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Diskusi berfokus pada perkembangan pengelolaan kebun eks PT Torus Ganda yang saat ini dikuasai PT APN sejak 10 Maret 2026, pasca penyitaan oleh Satgas PKH sesuai Perpres Nomor 5 Tahun 2025. Area tersebut mencakup wilayah Desa Lubuk Soting dan Desa Tambusai Timur, baik kebun koperasi maupun kebun inti perusahaan.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pemuda Desa Lubuk Soting mempertanyakan keterlibatan mitra pengelola kebun yang dinilai bukan berasal dari masyarakat setempat. Mereka menyoroti pola kemitraan yang sebelumnya berjalan melalui skema KKPA bersama PT Torus Ganda.
Paisal Siregar menyebutkan bahwa pihaknya menduga beberapa mitra yang saat ini mengelola lahan, termasuk Sari Antoni dan Firiadi (Kepala Desa aktif), menguasai areal kebun dengan luas mencapai kurang lebih 8.000 hektare.
“Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Masyarakat Desa Lubuk Soting yang berada di wilayah tersebut justru belum mendapat kesempatan, padahal kami mampu dan siap untuk terlibat,” ujar Faisal.
Hal senada disampaikan Sukrial Halomoan Nasution. Ia berharap manajemen PT APN dapat bersikap adil dan memberikan peluang kepada masyarakat lokal untuk ikut menjadi mitra pengelola.
“Kami berharap tidak ada pilih kasih. Keterlibatan masyarakat lokal sangat penting untuk meningkatkan ekonomi dan mengurangi pengangguran di desa kami. Kami juga yakin pemerintah hadir untuk mendukung masyarakat,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya menyatakan akan segera melayangkan surat resmi kepada manajemen PT APN guna meminta kejelasan terkait pengelolaan kebun tersebut.
Sementara itu, Asisten Manager PT APN Kebun Tambusai Timur, Mayor Infanteri Wiyono, menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
“Negara hadir tentu untuk membantu masyarakat. Apa yang disampaikan akan kami teruskan kepada pimpinan, kebetulan General Manager saat ini sedang cuti,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa terkait Afdeling 12 dan Afdeling 3 dalam pola kemitraan KKPA Koperasi Tambusai Timur (Kopertam), saat ini masih dalam pembahasan internal manajemen.
“Untuk sementara masih dikelola oleh PT APN. Ke depan akan dibicarakan bersama pengurus koperasi. Terkait pembayaran, sesuai arahan GM akan direalisasikan setiap awal bulan, namun saat ini sedikit terlambat karena pimpinan sedang cuti,” pungkasnya.














