Rokan Hulu | dimatahati.com- Mewujudkan swasembada pangan nasional tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga membutuhkan petani yang kuat, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Melalui pendampingan sektor pertanian, Polsek Kunto Darussalam Polres Rokan Hulu terus mendorong penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi pertanian, akses permodalan, serta pemasaran hasil produksi guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat petani.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Pasir Luhur, Bripka Ricardo Sibarani, melaksanakan kegiatan pendampingan dan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil jenis hibrida pada Lahan Program Nomor 2 di Desa Pasir Luhur, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (16/06/2026).
Kegiatan tersebut turut melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sri Rejeki Desa Pasir Luhur serta perangkat desa sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pengembangan pertanian masyarakat dan peningkatan produktivitas hasil pertanian.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengecekan kondisi tanaman, pengukuran pertumbuhan, serta perawatan lahan melalui pembersihan gulma di sekitar tanaman jagung. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung yang telah berumur sekitar 35 hari sejak ditanam pada 11 Mei 2026 tumbuh cukup baik dengan tinggi rata-rata mencapai 30 hingga 50 sentimeter.
Kapolsek Kunto Darussalam AKP Joko Frasanta menyampaikan bahwa dukungan Polri terhadap swasembada pangan nasional tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan produksi, tetapi juga melalui penguatan ekosistem pertanian yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Swasembada pangan nasional membutuhkan petani yang kuat, mandiri, dan memiliki kemampuan mengelola usaha pertanian secara berkelanjutan. Karena itu, penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi, akses permodalan, serta pemasaran hasil pertanian menjadi bagian penting yang harus terus didorong bersama,” ujar Kapolsek Kunto Darussalam.
Menurutnya, penguatan kelembagaan petani melalui kelompok tani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), koperasi, maupun badan usaha milik petani menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani.
Dengan kelembagaan yang kuat, petani akan lebih mudah memperoleh akses terhadap teknologi pertanian modern, inovasi budidaya, sarana produksi, pendampingan, serta informasi pertanian yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani.
Selain itu, kelembagaan petani juga berperan dalam memperluas akses permodalan dan pemasaran hasil produksi. Melalui kerja sama yang baik, petani diharapkan mampu mengembangkan usaha pertanian mulai dari proses budidaya, pengelolaan hasil panen, hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Polsek Kunto Darussalam berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah di bidang pertanian melalui sinergi bersama pemerintah desa, kelompok tani, kelembagaan masyarakat, dan seluruh elemen terkait.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan sektor pertanian semakin maju, produktif, dan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif

















