ROHUL, RIAU – Warga desa Sungai Bungo di Rokan Hulu (Rohul) kini terisolasi setelah hujan deras memicu longsor hebat yang memutus akses jalan penghubung desa dan jalan menuju sekolah. Tragisnya, bencana ini diduga kuat dipicu oleh kerusakan parah di kawasan hutan penyangga akibat maraknya praktik penebangan dan pembakaran hutan secara ilegal.

Bencana yang terjadi ini bukan semata-mata faktor alam. Menurut tim aktivis lingkungan dan hutan Rohul, kondisi lereng bukit yang seharusnya berfungsi sebagai resapan air kini gundul.
Dawar, salah satu aktivis lingkungan terkemuka di Rohul, mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam. Ia dan rekan-rekan aktivis lainnya sangat menyayangkan peristiwa ini, yang menurut mereka adalah bencana yang sudah diprediksi.
“Kami sudah berkali-kali memperingatkan tentang aktivitas illegal logging dan pembukaan lahan liar dengan cara membakar di kawasan hutan lindung ini. Pohon-pohon besar yang akarnya menahan tanah sudah habis. Saat hujan ekstrem datang, tanah tidak punya penahan lagi,” ujar Dawar dengan nada kecewa.
Dawar juga menyoroti lambatnya respons dan perhatian dari aparat pemerintah daerah dan penegak hukum terkait isu kerusakan hutan.
“Longsor ini adalah bukti nyata bahwa ada pembiaran terhadap perusakan lingkungan. Ini bukan hanya soal jalan putus, ini soal nyawa, pendidikan anak-anak, dan masa depan ekologi Rohul,” tambahnya.
Para aktivis mendesak pemerintah untuk tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga menjadikan bencana ini sebagai momentum untuk menindak tegas pelaku pembalakan liar dan memperkuat upaya reboisasi di kawasan kritis.

















