Kegiatan Mancakrida adalah salah satu acara yang diadakan untuk memperkuat hubungan antar anggota keluarga besar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya sekedar untuk berkumpul, tetapi juga berfungsi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kedekatan, kebersamaan, dan rasa saling memiliki antara dosen dan semua mahasiswa PBSI. Dalam suasana yang nyaman namun berarti, setiap peserta dapat berinteraksi tanpa adanya batasan formal yang biasanya ada dalam lingkungan akademis.
Mancakrida untuk tahun ini diselenggarakan di Selanca pada hari Kamis, 30 April 2026. Sejak pagi, suasana sudah mulai hidup dengan kehadiran para peserta yang datang dengan semangat tinggi. Tempat yang sejuk dan terbuka turut membantu menciptakan atmosfer yang hangat dan menyenangkan. Suara tawa mulai bersatu dengan semangat kebersamaan yang begitu terasa di antara semua yang hadir.
Kegiatan ini semakin meriah dengan adanya berbagai lomba yang tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih kerjasama dan kekompakan. Lomba balap karung menjadi salah satu yang paling menarik, di mana peserta harus menjaga keseimbangan saat berlomba menuju garis finish. Tidak kalah menarik, lomba kelereng sendok menguji ketelitian dan konsentrasi, sedangkan lomba bisik berantai memicu tawa karena pesan seringkali berubah dari versi awal.
Di samping itu, lomba tebak gaya juga merangsang kreativitas dan ekspresi para peserta dalam menyampaikan makna tanpa kata. Lomba gendong teman menciptakan momen kebersamaan yang unik sekaligus menguji kekuatan dan kohesi tim. Sementara itu, lomba estafet air menjadi tantangan karena memerlukan strategi dan koordinasi yang baik antar anggota kelompok. Kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi peserta untuk mengekspresikan diri melalui lomba membaca puisi yang penuh makna dan emosi.Setiap perlombaan yang diadakan tidak semata-mata berfokus pada hasil, tetapi lebih pada bagaimana peserta dapat menikmati setiap proses, melakukan kerjasama, dan menciptakan kenang-kenangan bersama. Sorakan, tawa, dan semangat yang ditunjukkan oleh peserta membuktikan bahwa acara ini berhasil menciptakan suasana yang ceria dan penuh energi positif.
Melalui Mancakrida ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan dosen menjadi semakin kuat, tidak hanya dalam konteks pendidikan, tetapi juga dalam kebersamaan sebagai satu keluarga besar. Kegiatan ini juga menjadi media untuk menumbuhkan nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, serta rasa saling menghargai antarbisa.Pada akhirnya, Mancakrida bukan hanya sebuah acara tahunan, melainkan momen berharga yang menghadirkan kebahagiaan sederhana namun berarti. Kenangan yang terjalin dari kegiatan ini diharapkan akan terus diingat dan menjadi bagian dari perjalanan setiap individu dalam Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.














