Rokan Hulu | dimatahati.com- Komitmen memperkuat swasembada pangan nasional terus diakselerasi melalui penguatan sektor pertanian berbasis desa. Polsek Rambah Hilir kembali menunjukkan peran strategisnya dengan turun langsung ke lahan jagung hibrida di Desa Pasir Jaya, Kecamatan Rambah Hilir, Jumat (29/5/2026) pagi.
Kehadiran jajaran Polsek di tengah aktivitas pertanian masyarakat tersebut menjadi bagian dari penguatan model kemitraan Polri–masyarakat dalam membangun ekosistem pangan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada kemandirian dan daya tahan pangan di tingkat desa.
Langkah ini menegaskan transformasi peran Polri sebagai penggerak sosial di lapangan, yang tidak hanya fokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengambil bagian dalam penguatan stabilitas ekonomi melalui sektor strategis seperti pertanian.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dipimpin oleh Kanit Binmas Bripka Herizal bersama Bhabinkamtibmas Bripka Andri Fahmi, S.H., serta Bamin Sium Brigadir Indra Tritama Putra, S.H. Di lapangan, personel tidak hanya melakukan pengecekan kondisi tanaman, tetapi juga memperkuat komunikasi aktif dengan petani terkait pola tanam, perawatan, hingga kesiapan panen.
Dari hasil pemantauan, tanaman jagung hibrida di Desa Pasir Jaya menunjukkan pertumbuhan yang optimal dan stabil. Tanaman mencapai tinggi sekitar 150–200 sentimeter, dengan fase generatif akhir yang ditandai mulai mengeringnya tongkol sebagai indikator kesiapan panen dalam waktu dekat.
Kondisi tersebut memperkuat posisi Desa Pasir Jaya sebagai wilayah potensial model replikasi pengembangan jagung hibrida berbasis masyarakat, yang dapat menjadi bagian dari penguatan sistem swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.
Kapolsek Rambah Hilir IPTU Okto Wahyudi, S.Fil., M.H. menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk implementasi nyata dukungan terhadap agenda strategis nasional di bidang pangan, sekaligus penguatan ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Ia menekankan bahwa Polri kini tidak hanya berperan dalam aspek keamanan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari ekosistem pembangunan nasional yang mendorong produktivitas masyarakat desa.
“Polri berkomitmen menjadi bagian dari penguatan ekosistem pangan nasional. Melalui kemitraan dengan petani, kami mendorong agar setiap desa mampu menjadi basis produksi pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih jauh, interaksi langsung antara personel Polsek dan petani menjadi instrumen penting dalam menghimpun data lapangan, mengidentifikasi kebutuhan riil, serta memperkuat pola pendampingan berbasis solusi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, Polsek Rambah Hilir menegaskan perannya sebagai penggerak transformasi swasembada pangan nasional berbasis desa, dengan orientasi jangka panjang pada kemandirian pangan, stabilitas ekonomi, dan keberlanjutan produksi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan sinergi yang semakin solid antara Polri dan masyarakat dalam memperkuat fondasi swasembada pangan nasional dari tingkat desa hingga nasional.

















