ROKAN HULU | dimatahati.com- Komitmen Polri dalam mendukung program strategis Pemerintah Republik Indonesia menuju swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Polsek Kunto Darussalam melalui Bhabinkamtibmas melaksanakan kegiatan pengecekan dan pemantauan perkembangan tanaman jagung pipil jenis hibrida pada lahan program ketahanan pangan di Desa Pasir Luhur, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (28/05/2026) sekira pukul 09.25 WIB.
Kegiatan ini menjadi wujud peran aktif Polri dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa, sekaligus mendorong optimalisasi lahan pertanian masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan nasional.
Di lokasi kegiatan, Bhabinkamtibmas bersama unsur BUMDes Sri Rejeki dan perangkat Desa Pasir Luhur turun langsung melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi tanaman jagung. Pemantauan meliputi kondisi lahan, tingkat pertumbuhan tanaman, hingga kebersihan area tanam dari gulma yang berpotensi menghambat perkembangan tanaman.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa tanaman jagung berumur sekitar 12 hari pasca tanam berada dalam kondisi baik dan tumbuh stabil. Tinggi tanaman tercatat berkisar 10 hingga 15 cm dengan perkembangan yang cukup optimal, serta sekitar 80 persen tanaman menunjukkan pertumbuhan yang sehat dan seragam.
Tidak hanya melakukan pemantauan, Bhabinkamtibmas juga turut membantu petani dalam melakukan pembersihan gulma di sekitar area tanaman serta melakukan pengukuran langsung terhadap pertumbuhan jagung sebagai bentuk pendampingan aktif dan pengawasan berkelanjutan di lapangan.
Selain itu, masyarakat juga diberikan imbauan agar terus mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama menuju swasembada pangan nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Kapolsek Kunto Darussalam, AKP Joko Frasanta, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Penanaman dan perawatan jagung ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi masyarakat agar sektor pertanian dapat berkembang produktif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian pangan di tingkat lokal yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat.
Kehadiran Polri dalam aktivitas pertanian ini juga dinilai berhasil memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat, menjaga stabilitas kamtibmas tetap kondusif, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap peran Polri dalam mendukung pembangunan nasional.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan kondusif.

















