
Pasir Pangaraian, Rokan Hulu – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi maupun non-subsidi di Kabupaten Rokan Hulu kian meresahkan masyarakat. Antrean panjang kendaraan terlihat hampir setiap hari di sejumlah SPBU. Sementara itu, harga BBM di tingkat pengecer melonjak tajam hingga membebani ekonomi warga.
Kondisi ini mendapat sorotan keras dari Aktivis Peduli Rokan, Ramlan Lubis. Ia mendesak Polres Rokan Hulu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, serta instansi terkait untuk segera turun tangan mengusut dugaan pelangsiran dan penimbunan BBM yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan.
“Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban. Jika benar ada praktik pelangsiran dan penimbunan BBM, aparat penegak hukum harus bertindak tegas tanpa pandang bulu,” tegas Ramlan Lubis.
Menurutnya, kelangkaan BBM telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Harga Pertalite di tingkat pengecer dilaporkan mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter. Sementara BBM non-subsidi bahkan disebut-sebut menembus angka Rp30.000 per liter.
Ironisnya, di tengah kesulitan masyarakat mendapatkan BBM, dugaan aktivitas pelangsiran masih menjadi perbincangan hangat. Sejumlah warga mengaku kerap melihat kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang kali di SPBU.
“Ini bukan hanya soal antrean panjang. Ini menyangkut kehidupan masyarakat, ekonomi rakyat kecil, pelaku UMKM, petani, hingga pekerja harian. Negara tidak boleh kalah oleh oknum yang mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat,” ujar Ramlan.
Ia juga meminta aparat melakukan investigasi menyeluruh terhadap jalur distribusi BBM di wilayah Pasir Pangaraian dan sekitarnya. Menurutnya, jika terdapat praktik penyimpangan distribusi BBM, maka harus diungkap secara transparan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kelangkaan BBM yang terus berulang memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Bagaimana mungkin daerah yang memiliki SPBU masih mengalami antrean panjang dan kelangkaan berkepanjangan? Pertanyaan inilah yang kini menunggu jawaban dari pihak-pihak berwenang.
Masyarakat berharap Polres Rokan Hulu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, dan pihak Pertamina segera mengambil langkah nyata. Sebab, setiap hari yang berlalu tanpa solusi semakin menambah beban ekonomi warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan BBM maupun dugaan pelangsiran dan penimbunan yang menjadi keluhan masyarakat. Publik kini menanti tindakan konkret, bukan sekadar janji, demi mengembalikan hak masyarakat untuk memperoleh BBM dengan mudah, aman, dan sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

















